Kamis, 13 November 2014

Penerapan Teknologi FPGA dalam kehidupan

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi di bidang elektronika telah sedemikian pesatnya, perkembangannya yang lebih mengarah ke elektronika digital dan penerapan pemrosesan sinyal digital yang lebih luas. Peralatan musik, peralatan kontrol dan instrumentasi, bahkan peralatan medis menggunakan Digital signal Processing (DSP).
Salah satu penerapan pemrosesan sinyal digital di bidang medis adalah untuk alat bantu pendengaran. Dengan penerapan teknologi FPGA (field programmable gate arrays) pada alat bantu dengar diharapkan mampu membuat alat bantu dengar yang mempunyai kemampuan yang lebih baik dan mempunyai harga yang lebih murah daripada alat bantu dengar yang ada di pasaran.

Keunggulan teknologi pemrrosesan digital dan mikroelektronika telah memacu pengembangan Alat bantu dengar yang unggul untuk penderita cacat parah pendengaran (Ameliorating). Kemajuan yang diperoleh pada teknologi FPGA, terutama pada miniatur sistem aplikasi, memungkinkan peningkatan pembuatan fitur-fitur baru untuk proses reproduksi suara yang lebih baik, ukuran kecil dan konsumsi daya yang rendah dari setiap perangkat.
Pada makalah ini tren-tren baru dalam penggabungan interkoneksi dari FPGA dengan embedded mikroprocessor dan peralatan lain tyang terkait untuk membentuk suatu sitem lengkap pada sebuah programable Chip yang digunakan untuk desain alat bantu dengar digital. Wavelet packet transform diterapkan untuk perbaikan percakapan dari gangguan pendengaran. Modul paket Wavelet dideskripsikan dalam VHDL, diimplementasikan pada FPGA dan kemudian ditambahkan sebagai perangkat untuk processor sistem.
Perangkat lunak processor yang digunakan adalah MicroBlaze soft core processor.Chip yang digunakan adalah Digilent XUP II Virtex-II Pro sistem FPGA yang mengandung LM4550 audio codec. Fitur unggulan dari desain ini adalah ukurannya yang kecil, proses yang cepat dan biaya yang rendah.
Untuk membangun Alat bantu dengar ini digunakan arsitektur yang berbasis Wavelet Packet, yang diimplementsikan pada FPGA.
FPGA yang digunakan adalah Xilinx XC2VP30, yang berisi codec audio chip LM4550 on board. Perangkat alat bantu dengar ini dirancang sebagai sebuah System pada Programable Chip dengan menggabungkan soft processor core Microblaze dengan modul hardware WPT sebagai perangkatnya.
Modul WPT dideskripsikan dengan VHDL dan diimplementasikan pada FPGA. Perangkat lunak pengendali Microblize ditulis dalam bahasa pemrograman C++ dan di compile menggunakan Xilinx’s Embedded Development Kit for Xilinx MicroBlaze.
Implementasi software dan hardware maupun penggunaan sumber daya perangkat keras yang diberikan. Implementasi menggunakan FPGA ini memenuhi persyaratan alat bantu dengar seperti portabilitas, penggunaan yang mudah, harga rendah dan kinerja yang baik.
PENAFSIRAN SAYA
Salah satu penerapan teknologi FPGA (field programmable gate arrays) pada alat bantu dengar ialah mampu membuat alat bantu dengar yang mempunyai kemampuan yang lebih baik dan mempunyai harga yang lebih murah daripada alat bantu dengar yang ada di pasaran. Dan menggunakan teknologi pemrrosesan digital dan mikroelektronika untuk penderita cacat parah pendengaran (Ameliorating).
Alat bantu dengar ini digunakan arsitektur yang berbasis Wavelet Packet, yang diimplementsikan pada FPGA. digunakan Xilinx XC2VP30, disana terdapat codec audio chip LM4550 on board. Perangkat alat bantu dengar ini dirancang sebagai sebuah System pada Programable Chip dengan menggabungkan soft processor core Microblaze dengan modul hardware WPT sebagai perangkatnya.

sumberhttp://novriantoramadhan.blogspot.com

Seven Segment

Seven Segment adalah suatu segmen-segmen yang digunakan menampilkan angka. Seven segment merupakan display visual yang umum digunakan dalam dunia digital. Seven segment sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian, diplay angka digital dan termometer digital. Penggunaan secara umum adalah untuk menampilkan informasi secara visual mengenai data-data yang sedang diolah oleh suatu rangkaian digital. 
Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 yang penyusunnya menggunakan diberikan lebel dari ‘a’ sampai ‘g’ dan satu lagi untuk dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). salah satu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki common.
7segmen konfigurasi
Jenis-jenis Seven Segment : 1. Common Anoda Semua anoda dari LED dalam seven segmen disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC, dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar dari penggerak LED. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada kondisi AKTIF LOW (led akan menyala/aktif bila diberi logika 0). 2. Common Katoda
Merupakan kebalikan dari Common Anoda. Disini semua katoda disatukan secara parallel dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH (led akan menyala/aktif bila diberi logika 1). 

7Segmen Konfigurasi CA-CC
Prinsip Kerja :
Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi decimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment. 
Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa karakter tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan dalam seven segment. Untuk memudahkan penggunaan seven segment, umumnya digunakan sebuah decoder( mengubah/ mengkoversi input bilangan biner menjadi decimal) atau seven segment driver yang akan mengatur aktif tidaknya led-led dalam seven segment sesuai dengan nilai biner yang diberikan.
Dekoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka desimal. Jenis dekoder BCD ke seven segment ada dua macam yaitu dekoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common anoda dan dekoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common katoda. Contoh IC converter BCD to Seven Segment untuk 7-segment Common Anoda pake decoder IC TTL 7447 untuk Common Katoda pake IC TTL 7448.

Salah satu contoh saja, IC 74LS47 merupakan dekoder BCD ke seven segment yang berfungsi untuk menyalakan seven segmen mode common anode. Gambar dan konfigurasi pin IC 74LS47 ditunjukkan pada gambar berikut :

74LS47 konfigurasi

Dekoder BCD ke seven segment mempunyai masukan berupa bilangan BCD 4-bit (masukan A, B, C dan D). Bilangan BCD ini dikodekan sehingga membentuk kode tujuh segmen yang akan menyalakan ruas-ruas yang sesuai pada seven segment. Masukan BCD diaktifkan oleh logika ‘1’, dan keluaran dari dekoder 7447 adalah aktif low. Tiga masukan ekstra juga ditunjukkan pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input).
Berikut adalah Tabel kebenaran dari IC 74LS47 :


Tabel kebenaran IC 7447


Pada konfigurasi pin IC 7447 yaitu masukan (lamp test), masukan (blanking input/ripple blanking output), dan (ripple blanking input).
LT' , Lamp Test, berfungsi untuk mengeset display, bila diberi logika ‘0’ maka semua keluaran dari IC ini akan berlogika 0. Sehingga seven segment akan menunjukkan angka delapan (8). BI'/RBO' , Blanking Input/Row Blanking Output, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC. Bila diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika “1” dan seven segment akan mati.
RBI' , Row Blanking Input, berfungsi untuk mematikan keluaran dari IC jika semua input berlogika “0”. Bila diberi logika “0”, diberi logika “1” dan diberi logika “0” maka semua keluaran IC akan berlogika “1” dan seven segment akan mati.


sumber : http://elektronika-dasar.web.id/komponen/display-7-segment/

3 Prosesor AMD FX Terbaru Resmi diluncurkan

Pada hari Kamis lalu, AMD Indonesia mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri acara kebersamaan AMD Media Day 2014 di TanaKita, Sukabumi. Dalam acara kebersamaan media ini, pihak AMD Indonesia juga menyajikan beberapa presentasi dan peresmian beberapa produk terbaru AMD, baik prosesor maupun VGA terbaru miliknya yang akan masuk ke pasar komponen PC Indonesia dalam waktu dekat.
AMD FX terbaru
AMD Merilis 3 Tipe Prosesor AMD FX Terbaru
Pada kesempatan acara ini, pihak AMD Indonesia dengan resmi merilis 3 tipe prosesor FX terbaru, yakni: AMD FX-8370, AMD FX-8370E dan AMD FX-8320E. Ketiga prosesor AMD FX terbaru ini hadir sebagai varian prosesor 8 Core AMD yang masih menggunakan arsitektur lama, yaitu Vishera. Hanya saja dari perilisan ketiga prosesor kali ini, terdapat 2 tipe prosesor AMD FX yang mendapatkan tambahan kode E yang berarti “Energy Efficient”, yang mana kedua prosesor AMD FX-8370E dan AMD FX-8320E tersebut memiliki spesifikasi konsumsi daya maksimum (TDP) yang hanya mencapai 95 watt saja atau 30 watt lebih rendah dari TDP prosesor 8 core AMD FX-8300 series lainnya.
AMD MEDIA DAY 2014 2
Salah Satu Overclocker Ternama Indonesia, Alva Jonathan Mendemokan Kinerja AMD Turbo Core pada Prosesor AMD FX-8370E

Menurut pihak AMD Indonesia, ketiga prosesor AMD-FX seri terbaru ini akan mulai hadir di pasar komponen PC Indonesia pada pertengahan bulan Oktober 2014 mendatang dengan harga MSRP sebagai berikut :
  • AMD FX-8370 US$ 199.99
  • AMD FX-8370E US$ 199.99
  • AMD FX-8320E US$146.99

sumber dikutip dari  JagatReview