Sabtu, 20 Desember 2014

Toshiba 6TB Harddisk

Tuntutan kapasitas storage besar di kalangan korporat maupun pengguna akhir terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini. Semakin besarnya ukuran dari data yang harus disimpan merupakan penyebab utama dari hal tersebut. Kapasitas 3 TB atau 4 TB, yang umum digunakan saat ini, beberapa tahun lalu sudah dirasa besar kini mungkin sudah tidak lagi mencukupi. Hal itu membuat beberapa produsen storage memproduksi HDD dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 6 TB. Salah satunya adalah Toshiba yang baru saja meluncurkan varian storage mereka, MG04 dengan kapasitas 6 TB.
TOshiba
HDD MG04 baru dari Toshiba ini tersedia dalam interface SATA maupun SAS dan menggunakan form factor 3.5″. Kecepatan transfer yang dimiliki oleh harddisk tersebut dapat mencapai 12 Gb/s dengan interface SAS. HDD ini akan berputar di 7200 RPM serta dilengkapi dengan cache berkapasitas 64MB atau 128 MB. Toshiba juga melengkapi produk tersebut dengan fitur ISE yaitu Instant Secure Erase.
HDD dengan kapasitas besar ini juga ditawarkan dengan tambahan fitur menarik dari Toshiba, yaitu Presistent Write Cache Technology yang diklaim mampu menghindari kehilangan data bahkan dalam situasi dimana aliran listrik putus mendadak. Varian ini juga menawarkan efisiensi daya 50% lebih hemat dari generasi 4 TB sebelumnya.
Saat ini Toshiba memang sedang gencar berusaha mengisi lini storage mereka untuk menghadapi kompetitor di pasaran. Beberapa waktu lalu, beberapa saingan mereka terlebih dahulu merilis produk dengan kapasitas 6 TB mereka, baik untuk korporat maupun pengguna akhir. Namun, dengan fitur yang ditawarkan, tampaknya Toshiba yakin keterlambatan memperkenalkan produk baru tidak jadi masalah.
Belum diketahui harga dan ketersediaan produk ini di tanah air. Pihak Toshiba sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi akan kehadiran produk ini di pasar dunia.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2014/12/toshiba-perkenalkan-hdd-sata-dan-sas-berkapasitas-6-tb/

Aplikasi iPad Khusus Bisa Kontrol Pendaratan Pesawat Kecil

Xavion, sebuah aplikasi iPad yang banyak digunakan oleh pilot pesawat-pesawat kecil untuk membantu navigasi, kini memiliki kemampuan baru. Melalui update terbaru, aplikasi tersebut kini bisa mengendalikan pesawat kecil dan membawanya mendarat di bandara terdekat. Fitur baru yang bisa jadi berguna tersebut diharapkan dapat membantu pilot keluar dari situasi darurat dengan lebih baik.
amberg_121117_021
Melalui “autopilot update”, Xavion yang dijalankan di sebuah iPad kini bisa berhubungan langsung dengan sistem di pesawat dan memberikan perintah untuk mengatur pergerakan pesawat tersebut. iPad dengan Xavion tersebut dapat dihubungkan ke sistem pesawat melalui jaringan WiFi. Berdasarkan informasi dari pencipta aplikasi, Austin Meyer, penggunaan Xavion di pesawat kecil tentu saja akan memberikan keunggulan tersendiri untuk keamanan karena hanya dengan biaya tahunan yang tidak terlalu mahal, pilot bisa mendapatkan fitur yang menyerupai perangkat autopilot seharga US$ 30.000.

*sumber: popsci.com
Kreator aplikasi yang juga pencipta aplikasi simulasi pesawat terbang X-Plane tersebut juga membanggakan hasil karyanya tersebut dengan mengungkapkan bahwa Xavion dapat mendaratkan pesawat kecil tanpa campur tangan pilot sama sekali. Hal itu akan sangat berguna apabila terjadi keadaan darurat yang membuat pilot sama sekali tidak bisa mengendalikan pesawat dengan kemampuannya sendiri. Selain itu, aplikasi tersebut memiliki kemampuan untuk mencari landasan tempat mendarat dengan cepat sesuai dengan kondisi aktual di dalam pesawat.
Masih menurut sang kreator, aplikasi kreasinya ini tidak mungkin mendapatkan persetujuan dari badan yang mengurus hal-hal yang berkaitan dengan penerbangan. Namun, dirinya tetap yakin bahwa Xavion dapat meningkatkan tingkat keselamatan dalam penerbangan untuk pesawat-pesawat kecil.

sumber : http://www.jagatreview.com/2014/12/aplikasi-ipad-khusus-bisa-kontrol-pendaratan-pesawat-kecil/

Internet Harus Jadi Hak Setiap Manusia

Penemu World Wide Web (WWW) merasa jika saat ini internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat dunia. Tidak heran jika dia meminta agar internet dijadikan hak asasi manusia.

Dilansir melalui NZ Herald, Senin 15 Desember 2014, bapak internet dunia, Tim Berners-Lee mengatakan hal itu. Menurut dia, akses internet murah dan terjangkau harus dijadikan hak setiap penduduk dunia.
Menurut laporan yang ia dapat, masih ada miliaran orang yang belum mendapat akses internet. Selain itu, sikap pemerintah yang represif terhadap internet dan meningkatnya sensor di dunia maya, menjadi penyebab masih sedikitnya orang yang bisa berinternetan.

Berners-Lee mengatakan jika internet bisa dijadikan alat untuk menyetarakan manusia. Namun, hal ini hanya bisa dilakukan jika ada hak dalam privasi dan kebebasan dalam berekspresi.

Warga Inggris, yang mendapatkan gelar Sir dari Ratu ini, menemukan web pada 1989. Dia juga tercatat pernah bekerja di laboratorium CERN di Jenewa ketika ia menawarkan ide World Wide Web.

Dia baru saja mengeluarkan laporan terakhir mengenai dampak internet global melalui survei yang dilakukan yayasannya, World Wide Web Foundation.

Dalam index web yang dimilikinya itu menunjukkan jika sebanyak 84 persen negara di dunia tidak memiliki undang-undang internet. Meskipun ada, sifatnya masih sangat lemah.

Dia juga mengungkapkan jika hampir 40 persen negara yang terlibat dalam survei itu memiliki aturan blokir konten sensitif, dengan tingkat "moderat atau ekstrem". Yang mengejutkan, sekitar setengah pengguna web dunia hidup di negara yang memiliki pelarangan internet yang ketat.

Menurut laporan tersebut, hampir 4,4 miliar orang tercatat masih belum memiliki akses internet. Kebanyakan mereka tinggal di negara berkembang.

"Ini saatnya menempatkan internet sebagai hak dasar manusia. Ini artinya, memberikan jaminan akan adanya akses internet terjangkau, memastikan paket internet tersedia tanpa adanya iklan atau diskriminasi politik, melindungi privasi dan kebebasan menggunakan internet di mana saja," ujar Berners-Lee.

Dalam laporan yang dibawanya, Denmark, Finlandia, dan Norwegia berada di urutan teratas sebagai negara yang mampu menggunakan internet untuk keperluan ekonomi, politik, dan perkembangan sosial.

Tiga terbawah, dari 86 negara yang disurvei, adalah Yaman, Myanmar, dan Ethiopia.

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/568620-penemu-web--internet-harus-jadi-hak-setiap-manusia